Dewan Pimpinan Wilayah PGK Sumsel Firdaus Hasbullah, SH, MH, Gaspol Perkuat Gerakan Kebangsaan

 


PALAMBANG-AC— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk mengambil peran yang lebih kuat dan nyata dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah meningkatnya tantangan sosial, politik, dan kebangsaan di wilayah Sumatera Selatan.




Melalui momentum Refleksi Akhir Tahun 2025, PGK Sumsel mencatat sejumlah capaian strategis, khususnya dalam penguatan struktur organisasi. Sepanjang tahun ini, PGK Sumsel telah memperluas sayap perjuangan melalui pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di sejumlah kabupaten/kota, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Lahat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kabupaten Banyuasin.




Tidak berhenti di situ, PGK Sumsel juga memastikan konsolidasi organisasi terus berlanjut. Dalam waktu dekat, pengukuhan kepengurusan DPD PGK Kabupaten Musi Banyuasin dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari 2026, disusul Kabupaten Ogan Ilir pada 10 Januari 2026.




Bagi PGK Sumsel, konsolidasi organisasi bukan sekadar agenda struktural, melainkan sebuah keharusan. Penguatan kepengurusan, disiplin organisasi, serta kesamaan arah gerakan menjadi fokus utama agar PGK hadir sebagai organisasi kebangsaan yang solid, berdaya, dan memiliki pengaruh nyata di tengah masyarakat.





Tahun 2025 dipandang sebagai fase penting bagi PGK Sumsel untuk menata kekuatan internal, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika nasional yang kian kompleks dan penuh tantangan.




Selama tahun berjalan, DPW PGK Sumsel juga secara kritis menyoroti berbagai isu kebangsaan yang dinilai krusial. Mulai dari melemahnya semangat persatuan, meningkatnya polarisasi politik, ancaman terhadap nilai-nilai Pancasila, hingga ketimpangan sosial dan ekonomi yang berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.




PGK Sumsel menilai terdapat kecenderungan menguatnya pragmatisme politik yang dibarengi dengan menurunnya etika kebangsaan. Dalam konteks tersebut, PGK menegaskan posisinya sebagai gerakan moral yang hadir untuk menjaga arah perjuangan bangsa.




“Kami melihat ada kecenderungan pragmatisme politik dan menurunnya etika kebangsaan. PGK hadir untuk mengingatkan bahwa Indonesia dibangun bukan hanya oleh kekuasaan, tetapi oleh nilai dan keberanian moral,” tegas Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, SH, MH.




Menatap tahun 2026, PGK Sumsel berkomitmen untuk semakin menegaskan peran strategisnya sebagai kekuatan moral dan gerakan kebangsaan yang independen, kritis, dan solutif. PGK akan memperkuat fungsi sebagai ruang konsolidasi elemen masyarakat, pusat edukasi kebangsaan, serta mitra strategis yang berani menyampaikan kritik konstruktif terhadap kebijakan publik yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat.




“PGK tidak akan menjadi penonton. Tahun depan kami akan lebih aktif, lebih vokal, dan lebih terukur dalam menjalankan gerakan kebangsaan. Kepentingan bangsa dan keutuhan NKRI harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun politik sesaat,” lanjutnya.




Sebagai penutup refleksi akhir tahun, PGK Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat Sumatera Selatan untuk terus memperkuat persatuan, menolak politik adu domba, serta bersama-sama menjaga Indonesia tetap berada di jalur kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. (Ade Rilis)









#sumber https://www.viralsumsel.com/refleksi-akhir-2025-pgk-sumsel-gaspol-perkuat-gerakan-kebangsaan/

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama